Tampilkan postingan dengan label lombok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lombok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

Nyongkolan dan Begawe Beleq Tradisi Suku Sasak Lombok



tradisi nyongkolan
Tradisi Nyongkolan | Adat Sasak Lombok

Lombok adalah suatu pulau kecil yang memiliki letak geografis berada di tengah-tengah dalam jajaran kepulauan Indonesia, masuk dalam wilayah Nusa Tenggara Barat menjadi satu bagian dengan Pulau Sumbawa.
Secara kultural Lombok memiliki kultur perpaduan antara Jawa Bali dan Bugis. Untuk wilayah Lombok Bagian Barat meliputi Lombok Tengah bagian barat Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Utara banyak terdapat kemiripan dengan budaya Jawa dan Bali, sedangkan untuk wilayah Timur banyak dipengaruhi oleh budaya Bugis dan Sumbawa.
Namun secara garis besar wilayah Lombok masih memiliki kemiripan tradisi budaya antara yang satu dengan yang lain dan banyak berkiblat kebudaya Jawa Bali. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh momen sejarah tempo dulu dimana waktu itu Raja Anak Agung Gede Ngurah dari Karang Asem Bali mencoba untuk menguasai pulau Lombok dan menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di Lombok. Dari berbagai sumber sejarah dan peninggalan-peninggal banyak ditemui nuansa dan corak Hindu Bali di Lombok. Beberapa di antaranya adalah Taman Narmada, Pure Miru, Taman Lingsar, Taman Suranadi dan beberapa tempat lainnya yang sampai saat ini masih di pakai oleh umat Hindu Bali di Lombok sebagai tempat persembahyangannya.
Sumber lain juga menyebutkan bahwa Lombok terpengaruh oleh budaya Jawa pada zaman runtuhnya kerajaan Majapahit, ketika itu tidak sedikit dari para prajurit dan pembesar kerajaan majapahit yang harus melarikan diri dan tiba di Pulau Lombok.
Suku yang mendiami pulau Lombok itu sendiri bernama suku Sasak yang sampai saat ini masih mengandung arti yang samar. Beberapa pakar bahasa kuno dan sejarawan berusaha mengupas arti yang termaktub didalam kata Sasak Lombok dan banyak pengertian yang bisa dikatakan semuanya benar. Walahualam.
Sebagai suku yang memiliki budaya, dalam tradisi sehari-hari, suku Sasak Lombok seperti suku-suku lainnya yang ada di dunia ini, juga menjunjung tinggi nilai kultural budaya mereka. Salah satu yang bisa kita lihat dan sering kita temui adalah tradisi "Nyongkolan".
alat musik tradisonal sasak
Gamelan Beleq | Musik Tradisional Suku Sasak

Nyongkolan berasal dari kata songkol atau sondol yang berarti mendorong dari belakang atau bisa diartikan secara kasar berarti menggiring (mengiring -pen) dalam bahasa sasak dialek Petung Bayan.
Nyongkolan adalah prosesi adat yang dijalankan apabila adanya proses pernikahan antara Laki-Laki (Terune) dan Perempuan (Dedare) di dalam suku Sasak. Biasanya nyongkolan akan dilaksanakan setelah proses akad nikah, untuk waktu bisa ditentukan oleh kedua belah pihak. Ada yang meringkas dalam satu waktu ada pula yang akan melakukan nyongkolan seminggu setelah proses akad nikah dilaksanakan.
Gendang Beleq
Gendang Beleq | Alat Musik Tradisional Sasak

Prosesi nyongkolan tidak akan bisa dilepas dari suatu kegiatan yang disebut "Begawe" (hajatan-pen).
Jadi prosesi nyongkolan akan dikategorikan sebagai suatu hajatan atau Begawe. Pada jaman-jaman dahulu Begawe Nyongkolan akan dikemas dalam suatu pesta hajatan yang sangat meriah dan di sebut "Begawe Beleq" yang tidak sedikit mengeluarkan biaya. Dalam acara Begawe Beleq baik pihak laki-laki dan perempuan masing-masing akan mempersiapkan segala sesuatu untuk prosesi acara nyongkolan tersebut. Maka disini letak kemeriahan dari acara tersebut, para tamu undangan akan di undang dua atau tiga hari sebelum hari H tersebut, untuk melakukan kegiatan memasakan nasi dan lauk pauk serta membikin jajanan pesta. Untuk menghibur para tamu yang bekerja biasanyanya pemilik hajatan (Epen Gawe-pen) akan menyewa kesenian-kesenian tradisional khas Sasak seperti Gendang Beleq, Drama, Joget (sinden-pen) dan sebagainya. Pada perjalanan acara ini akan terdapat tradisi-tradisi kecil lagi yang di jalankan seperti Bisoq Beras yang diiringi oleh alat musik tradisional  acara Bisoq Beras merupakan tradisi pavorit para Terune Dedare karena disini mereka bisa bercengkerama dan saling rayudan acara bikin Ares.
Kembali ke Nyongkolan, setelah hari H tiba, pengantin laki-laki dan perempuan akan diiring atau di giring atau diarak layaknya Raja dan Permaisuri menuju kediaman keluarga pihak pengantin perempuan, pengiring ini akan mengenakan pakaian adat sasak layaknya prajurit dan dayang-dayang menghantar Raja dan Permaisuri sambil diiringi dengan musik tetabuhan tradisional baik berupa Gendang Beleq, Gamelan Beleq, Kedodak, atau Tawak-Tawak malah sekarang ada namanya Kecimol dan Ale-Ale yang biasanya diiringi oleh penyanyi.
begawe beleq

Sesampai dikediaman keluarga pengantin perempuan, pasangan pengantin akan melakukan sungkeman untuk meminta do'a restu kepada pihak keluarga juga sebagai tanda bahwa pihak keluarga sudah merestui untuk melepas anak gadis mereka dan dibawa oleh suaminya. 
Demikian sepenggal tradisi adat suku Sasak Lombok dalam melangsungkan prosesi pernikahan, dan dari segi kultur atau budaya maka hal ini tidak jauh-jauh dengan tradisi budaya Jawa dan Bali. (Adi-Red)

Rabu, 28 November 2012

Pantai Batu Bolong Sebuah Paket Wisata di Pulau Lombok

The Batu Bolong Beach

 [SasakCuture] - Batu Bolong Beach is an exotic natural charm offers a beautiful beach with Hindu cultural nuances.
It is derived from a castle (pure) that was around the beach and is a worship place of Hindus who were on the island of Lombok.

Feel the Sunset from Batu Bolong Beach

Batu Bolong Beach is still one lane line to Senggigi Beach is a tourist attraction in Lombok beach pavorit by both foreign and domestic tourists.
To go to Batu Bolong Beach, it only takes about 20 minutes from the city of Mataram.
You can enjoy the sunset from the beach this freely. Sprawling seas adds to the beautiful scenery in the afternoon. At night even the seaside is still visited by local communities who want to spend the end of a wonderful evening.

View the Senggigi Beach as small stone from Batu Bolong Beach
 
 
For those of you who happen to be visitors from outside, in around this area offers an abundance of accommodation, ranging from cheap to class five-star hotel. So you will not worry if you want to stay overnight in the tourism Batu Bolong.


(translate by : google translate)

Minggu, 27 November 2011

Pantai Senggigi Sebagai Tempat Pavorit Wisata Di Lombok

Minggu sore yang cerah, walau langit sedikit di hiasi mendung dan suaru gemuruh guntur yang menderu, tapi tak membuat surut keinginan untuk menikmati indahnya panorma Paantai Senggigi. Bagi yang pernah liburan ke Pulau Lombok, mungkin pantai sengigi adalah tujuan berwisata yang tidak bisa di lewatkan. 
Pantai yang tenang dengan hamparan pasir putih yang menawan, menambah eksotik pemandangan pantai. Hari minggu merupakan liburan lokal yang banyak dikunjungi oleh para tamu-tamu lokal dari daerah setempat. Tentunya hari-hari lain pun tetap ramai. Para wisatawan mancanegara pun banyk berdatangan ke sini.

Sebagai gambaran umum tentang Pantai Senggigi, tidak bisa kita lupakan daerahnya ya Senggigi, sebuah daerah pusat kunjugan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Di senggigi banyak ditemui penginapan-penginapan berkelas melati maupun hotel berbintang lima, jadi tidak usah khawatir bila suatu saat Anda ingin menghabiskan waktu liburan Anda di Lombok dan memilih Senggigi menjadi tujuan utama liburan wisata Anda.

Night Club pun bertebaran di sini...menambah marak nya kehidupan malam di Senggigi.
Bagi yang sudah terbiasa dengan keindahan Pantai Kuta di Pulau Bali, bisa dibilang senggigi masih lebih unggul dalam banyak hal hanya yang perlu dibenahi adalah penataan dan pengawasan kebersihan dan kerapian obyek wisata ini agar lebih memberikan kenyamanan pada para pengunjung.

Sore hari merupakan waktu yang tepat bagi Anda untuk datang ke sini, jika ingin menikmati indahnya Sunset.
Jika Anda ingin menikmati keindahan pantai senggigi, silaq (silahkan) datang ke Pulau Lombok dan kunjungi Pantai Senggigi, jarak tempuh dari Kota Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat tidak lah terlalu jauh, hanya menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit Anda akan sampai ketempat ini, selain pantai senggigi Anda juga bisa menikmati panorama dari obyek wisata yang lain yang banyak bertebaran di Pulau Lombok.

Minggu, 02 Oktober 2011

Suku Sasak (for Introduction)

Kampung Tradisional Sade
Suku Sasak adalah sukubangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, namun hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktek ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama "sasak Boda".

Asal Nama

Asal nama sasak kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya sampan. Karena moyang orang Lombok pada jaman dulu berjalan dari daerah bagian barat Lombok (lurus) sampai kearah timur terus menuju sebuah pelabuhan di ujung timur pulau yang sekarang bernama Pelabuhan Lombok. Mereka banyak menikah dengan penduduk asli hingga memiliki anak keturunan yang menjadi raja sebuah kerajaan yang didirikan yang bernama Kerajaan Lombok yang berpusat di Pelabuhan Lombok. Setelah beranak pinak, sebagai tanda kisah perjalanan dari Jawa memakai sampan (sak-sak), mereka menamai keturunannya menjadi sak-sak, yang lama-kelamaan menjadi Sasak.

Sasak Boda - Suku Asli Sasak

 Adat Istiadat

Adat istiadat suku sasak dapat anda saksikan pada saat resepsi perkawinan, dimana perempuan apabila mereka mau dinikahkan oleh seorang lelaki maka yang perempuan harus dilarikan dulu kerumah keluarganya dari pihak laki laki, ini yang dikenal dengan sebutan merarik atau selarian. Sehari setelah dilarikan maka akan diutus salah seorang untuk memberitahukan kepada pihak keluarga perempuan bahwa anaknya akan dinikahkan oleh seseorang, ini yang disebut dengan mesejati atau semacam pemberitahuan kepada keluarga perempuan. Setalah selesai makan akan diadakan yang disebut dengan nyelabar atau kesepakatan mengenai biaya resepsi.

Prosesi Adat Sasak - Nyongkolan

 

Sumber : Wikipidia Indonesia   

Photo : Dari Berbagai Sumber


Rabu, 03 Agustus 2011

Peresean (Stick Fighting) Olahraga Adu Nyali

Lombok (Sasak Culture) - Peresean (stick fighting) merupakan budaya Sasak yang masuk ke dalam kategori Kesenian adu ketangkasan dan di lestarikan sebagai budaya nenek moyang. Pada awalnya Peresean di gunakan sebagai tarian untuk menurunkan hujan, menurut kepercayaan nenek moyang suku Sasak, hujan akan turun membasahi Gumi Sasak apabila sudah dilakukan ritual ini. Di mana dalam ritual ini dua orang Pepadu

Kamis, 21 Juli 2011

MENIKMATI INDAHNYA PANORAMA PANTAI NIPAH

Lombok Utara (Sasak Culture) - Membahas tentang keindahan alam Pulau Lombok memang tiada habis-habisnya, beragam pemandangan yang membuat kita enggan untuk beranjak terbentang dari segala penjuru pulau. Baik bagian timur, barat, utara maupun selatan. Hal ini karena memang pulau Lombok adalah surga dengan keelokannya.

Kali ini kami akan memulai mengajak Anda untuk menikmati indahnya sunset di Pantai Nipah. Pantai Nipah adalah sebuah pantai yang berada di bagian utara pantai pulau Lombok, masuk ke wilayah Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Yang merupakan jalur Pantura yang menghubungkan Kota Mataram dan Lombok Utara.

Jalan raya yang lebar membentang, liku jalan yang sangat statis, dan hamparan pantai yang membentang luas sampai menampakkan Pulau Bali yang merupakan tetangga dekat Pulau Lombok. Dari bibir

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Sasak Culture | Bloggerized by Adi [ Sasak Culture ] - Media Independent | Blog Pribadi