Tampilkan postingan dengan label sasak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sasak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Suku Sasak (for Introduction)

Kampung Tradisional Sade
Suku Sasak adalah sukubangsa yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, namun hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktek ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama "sasak Boda".

Asal Nama

Asal nama sasak kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya sampan. Karena moyang orang Lombok pada jaman dulu berjalan dari daerah bagian barat Lombok (lurus) sampai kearah timur terus menuju sebuah pelabuhan di ujung timur pulau yang sekarang bernama Pelabuhan Lombok. Mereka banyak menikah dengan penduduk asli hingga memiliki anak keturunan yang menjadi raja sebuah kerajaan yang didirikan yang bernama Kerajaan Lombok yang berpusat di Pelabuhan Lombok. Setelah beranak pinak, sebagai tanda kisah perjalanan dari Jawa memakai sampan (sak-sak), mereka menamai keturunannya menjadi sak-sak, yang lama-kelamaan menjadi Sasak.

Sasak Boda - Suku Asli Sasak

 Adat Istiadat

Adat istiadat suku sasak dapat anda saksikan pada saat resepsi perkawinan, dimana perempuan apabila mereka mau dinikahkan oleh seorang lelaki maka yang perempuan harus dilarikan dulu kerumah keluarganya dari pihak laki laki, ini yang dikenal dengan sebutan merarik atau selarian. Sehari setelah dilarikan maka akan diutus salah seorang untuk memberitahukan kepada pihak keluarga perempuan bahwa anaknya akan dinikahkan oleh seseorang, ini yang disebut dengan mesejati atau semacam pemberitahuan kepada keluarga perempuan. Setalah selesai makan akan diadakan yang disebut dengan nyelabar atau kesepakatan mengenai biaya resepsi.

Prosesi Adat Sasak - Nyongkolan

 

Sumber : Wikipidia Indonesia   

Photo : Dari Berbagai Sumber


Senin, 29 Agustus 2011

MENYINGKAP TOKOH LEGENDARIS DALAM BUDAYA SASAK

Pernahkah kita berfikir untuk mencoba mengetahui nama-nama tokoh yang pernah ada dan menjadi legenda di daerah kita. Kadang kita banyak mengetahui cerita-cerita tokoh dari tutur (cerita) orang tua kita sebagi pengantar lelap tidur kita. Dan pernah kah kita berfikir apa benar tokoh-tokoh tersebut ada atau hanya tokoh fiktif belaka, terlepas dari itu semua memang disaat kita diceritakan tentang nama-nama tersebut serta karakter yang mereka miliki ditambah lagi dengan bumbu-bumbu cerita yang kadang merubah mimik muka kita, kita hanya mengatakan aku mau jadi ini dan itu. Itu bayangan masa kecil saya dulu disaat saya banyak diceritakan tokoh-tokoh yang sampai saat ini masih melekat dalam ingatan saya terlepas seperi yang saya katakan di atas nama tersebut tokoh yang memang pernah ada atau hanya nama dalam legenda untuk meramaikan dunia imajinasi kecil saya. Tapi tokoh-tokoh tersebut adalah icon bagi saya untuk mengetahui bahwa masyarakat sasak juga punya cerita.
Dalam tulisan kali ini saya akan mencoba mengingat-ingat nama-nama tokoh tersebut, ini semata-mata karena kecintaan saya akan budaya saya dan legenda yang mereka torehkan di gumi sasak, tempat saya menumpang hidup dari masih orok sampai jadi onggok.
Nama-nama tokoh yang saya tulis ini adalah apa yang saya ketahui dan pernah saya dengar dari tutur orang tua dan papuq baloq saya , jika ada yang kurang mohon di maklumi dan mohon di koreksi.

1. JAYANGRANA
Tokoh legendaris dalam dunia pewayangan sasak, seorang pemimpin yang arif dan bijaksana dan selalu mengedepankan perdamaian. Tokoh ini menggambarkan sifat yang jauh dari serakah dan angkara murka walaupun dia sebagai seorang pemimpin negeri.

Rabu, 03 Agustus 2011

Peresean (Stick Fighting) Olahraga Adu Nyali

Lombok (Sasak Culture) - Peresean (stick fighting) merupakan budaya Sasak yang masuk ke dalam kategori Kesenian adu ketangkasan dan di lestarikan sebagai budaya nenek moyang. Pada awalnya Peresean di gunakan sebagai tarian untuk menurunkan hujan, menurut kepercayaan nenek moyang suku Sasak, hujan akan turun membasahi Gumi Sasak apabila sudah dilakukan ritual ini. Di mana dalam ritual ini dua orang Pepadu

Selasa, 26 Juli 2011

ARES Masakan Khas dalam Acara Orang Sasak

Lombok (Sasak Culture) - Bagi orang Sasak atau orang yang sudah lama hidup di Pulau Lombok nama ini tidak asing lagi "ARES", ya makanan khas suku Sasak yang hanya bisa di temukan di acara-acara tertentu (begawe). Bagi orang luar mungkin nama ini sangat asing, nama yang mirip-mirip dengan nama Dewa dari bangsa Yunani.

Ares adalah makanan yang terbuat dari hati batang pisang yang paling muda, di potong-potong cincang, lalu di kasih bumbu khas yang akan membangkitkan aroma kelezatan makanan ini. Dalam pembuatan makanan khas ini memakan waktu yang lumayan lama, itu makanya mengapa Ares hanya d

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Sasak Culture | Bloggerized by Adi [ Sasak Culture ] - Media Independent | Blog Pribadi